Selasa, 28 April 2015

Pentingnya Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP ASI) Pada Bayi Usia 6 Bulan



Makanan Pendamping ASI (MP ASI)

Makanan pendamping ASI adalah makanan bergizi yang diberikan disamping Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi 6-11 bulan untuk memenuhi kecukupan gizinya. Pemberian MP ASI merupakan proses transisi dari asupan yang semata berbasis susu menuju ke makanan yang semi padat. Usia 6 bulan sangat tepat untuk memperkenalkan makanan padat (MP ASI) pada bayi. Pada usia ini bayi mulai melakukan gerakan seperti mengunyah, mengerakan lidah dari depan ke belakang, rongga mulut mulai terbentuk sempurna, kemampuan bayi untuk mempertahankan kepalanya untuk tegak tanpa disangga, bayi mampu menunjukkan keinginannya pada makanan dengan cara membuka mulut serta  masih lapar walau sudah minum ASI (Marendra, 2008; Westcott, 2008; Lewis, 2003, DEPKES RI, 2003). 

Saat bayi berumur enam bulan keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MP ASI. Bila bayi diberikan makanan padat saat usianya masih dibawah empat bulan, sistem pencernaannya belum memiliki enzim untuk menghaluskan makanan tersebut. Beberapa enzim pemecah protein seperti asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase dan sebagainya baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur enam bulan. (Krisnatuti, 2008; Westcott 2008).  

Pemberian makan setelah bayi berumur enam bulan juga memberikan perlindungan ekstra besar pada bayi dari berbagai penyakit karena sistem imun sudah cukup sempurna. Pemberian MPASI dini (sebelum 6 bulan) sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Sehingga makanan yang masuk dapat menyebabkan reaksi imun yang akan menyebabkan terjadi alergi. Karena, saat bayi berumur kurang enam bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap untuk kandungan dari makanan dan ususnya belum dapat menyaring molekul protein yang besar. Belum matangnya sistem kekebalan dari usus pada umur yang dini inilah, yang menyebabkan terjadinya alergi terhadap makanan. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Bayi sering diare yang disebabkan oleh adanya penolakan terhadap gluten, sejenis protein pada makanan dari gandum. (Irawati, 2004; Westcoot, 2008; Suhardjo, 1992; Ghofur, 2003). 

Menunda pemberian MP ASI hingga enam bulan akan melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Bayi yang gemuk membahayakan kesehatannya, ia akan tumbuh dewasa dengan tubuh kegemukan dan resiko terkena diabetes, sakit jantung dan masalah kesehatan serius lainnya. Proses pemecahan sari-sari makanan yang belum sempurna merupakan pemicu terjadinya obesitas. MP ASI dini juga akan memperberat kerja ginjal bayi dan meningkatkan resiko dehidrasi. Makanan padat, baik yang dibuat sendiri atau buatan pabrik cenderung mengandung Natrium Clorida (NaCl) tinggi yang akan menambah beban bagi ginjal. Beban tersebut masih ditambah oleh makanan tambahan yang mengandung daging. Bayi-bayi yang mendapatkan makanan padat pada umur yang dini, mempunyai osmolitas plasma yang lebih tinggi dari pada bayi-bayi yang 100% mendapat ASI dan karena itu mudah terkena hiperosmolitas dehidrasi. Hiperosmolitas penyebab haus dan karena itu menyebabkan penerimaan susu dan energi yang berlebihan (Westcoot, 2008; Suhardjo1992).

Jenis Makanan Pendamping ASI dan Waktu Pemberiannya
Tabel 1
Jadwal Pemberian Makanan Pendamping ASI menurut Umur Bayi, Jenis Makanan dan Frekuensi Pemberian.
Umur bayi
Jenis makanan
Beberapa kali sehari
6 bulan
-      ASI
10-12 kali sehari/ on demand (menyusui kapanpun bayi meminta)
Kira-kira 6 bulan
-      ASI
Kapan diminta

-      Buah lunak / sari buah
-      Bubur : bubur havermout / bubur tepung beras merah
1-2 kali sehari
Kira-kira 7 bulan
-      ASI
Kapan diminta

-      Buah-buahan
-      Hati ayam atau kacang –kacangan
-      Beras merah atau ubi
-      Sayuran (wortel, bayam)
-      Santan/ minyak / advokad
-      Air tajin
4-6 kali sehari
Kira-kira 9 bulan
-      ASI
Kapan diminta

-      Buah-buahan
-      Bubur atau roti
-      Daging / kacang-kacangan / ayam / ikan
-      Beras merah/kentang/ labu/ jagung
-      Kacang tanah
-      Minyak / santan / avokad
-      Sari buah tanpa gula
4 – 6 kali sehari
12 bulan atau lebih
-      ASI
Kapan diminta

-      Makanan padat umumnya termasuk telur dengan kuning telurnya dan jeruk.
4-6 kali sehari
            (Krisnatuti: 2008).

Daftar Pustaka: 
Depkes RI. (2003). Spesifikasi dan Pedoman Pengelolaan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Instant untuk Bayi Umur 6-11 Bulan. Jakarta: Depkes RI.
Febry, A, et.al (2008). Buku Pintar Menu Bayi. Jakarta: Wahyu Media.
Krisnatuti, et.al. (2008). Menyiapkan Makanan Pendamping ASI. Jakarta: Puspa Swara.
Lewis, S. (2003). Makanan Pertamaku. Jakarta: Erlangga.
Suhardjo. (1992). Pemberian Makanan Pada Bayi dan Anak. Yogyakarta: Kanisius.
Westcott, P. (2008). Makanan Sehat untuk Bayi dan Balita. Jakarta: Dian Rakyat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar