Makanan
Pendamping ASI (MP ASI)
Makanan pendamping ASI adalah makanan bergizi yang
diberikan disamping Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi 6-11 bulan untuk memenuhi
kecukupan gizinya. Pemberian MP ASI merupakan proses transisi
dari asupan yang semata berbasis susu menuju ke makanan yang semi padat. Usia 6 bulan sangat tepat untuk
memperkenalkan makanan padat (MP ASI) pada bayi. Pada usia ini bayi mulai
melakukan gerakan seperti mengunyah, mengerakan lidah dari depan ke belakang,
rongga mulut mulai terbentuk sempurna, kemampuan bayi untuk mempertahankan kepalanya untuk tegak tanpa disangga, bayi
mampu menunjukkan keinginannya pada makanan dengan cara membuka mulut serta masih lapar walau sudah minum ASI (Marendra,
2008; Westcott, 2008; Lewis, 2003, DEPKES RI, 2003).
Saat
bayi berumur enam bulan keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MP
ASI. Bila bayi diberikan makanan padat saat usianya masih dibawah empat bulan,
sistem pencernaannya belum memiliki enzim untuk menghaluskan makanan tersebut.
Beberapa enzim pemecah protein seperti asam lambung, pepsin, lipase, enzim
amilase dan sebagainya baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur enam
bulan. (Krisnatuti, 2008; Westcott 2008).
Pemberian
makan setelah bayi berumur enam bulan juga memberikan perlindungan ekstra besar
pada bayi dari berbagai penyakit karena sistem imun sudah cukup sempurna. Pemberian MPASI
dini (sebelum 6 bulan) sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai
jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Sehingga makanan yang
masuk dapat menyebabkan reaksi imun yang akan menyebabkan terjadi alergi. Karena,
saat bayi berumur kurang enam bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap untuk
kandungan dari makanan dan ususnya belum dapat menyaring molekul protein yang
besar. Belum matangnya sistem
kekebalan dari usus pada umur yang dini inilah, yang menyebabkan terjadinya
alergi terhadap makanan. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia
menunjukkan bahwa bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Bayi sering diare
yang disebabkan oleh adanya penolakan terhadap gluten, sejenis protein pada
makanan dari gandum. (Irawati, 2004; Westcoot, 2008; Suhardjo, 1992; Ghofur,
2003).
Menunda
pemberian MP ASI hingga enam bulan akan
melindungi bayi dari obesitas
di kemudian hari. Bayi yang gemuk membahayakan kesehatannya, ia akan tumbuh
dewasa dengan tubuh kegemukan dan resiko terkena diabetes, sakit jantung dan
masalah kesehatan serius lainnya. Proses
pemecahan sari-sari makanan yang belum sempurna merupakan pemicu terjadinya
obesitas. MP ASI dini juga akan memperberat kerja ginjal bayi dan meningkatkan
resiko dehidrasi. Makanan padat, baik yang dibuat sendiri atau buatan pabrik
cenderung mengandung Natrium Clorida (NaCl) tinggi yang akan menambah beban
bagi ginjal. Beban tersebut masih ditambah oleh makanan tambahan yang
mengandung daging. Bayi-bayi yang mendapatkan makanan padat pada umur yang
dini, mempunyai osmolitas plasma yang lebih tinggi dari pada bayi-bayi yang 100% mendapat
ASI dan karena itu mudah terkena hiperosmolitas dehidrasi. Hiperosmolitas
penyebab haus dan karena itu menyebabkan
penerimaan susu dan energi yang berlebihan (Westcoot, 2008; Suhardjo1992).
Jenis
Makanan Pendamping ASI dan Waktu Pemberiannya
Tabel 1
Jadwal Pemberian Makanan Pendamping ASI menurut Umur
Bayi, Jenis Makanan dan Frekuensi Pemberian.
Umur
bayi
|
Jenis
makanan
|
Beberapa kali
sehari
|
6 bulan
|
-
ASI
|
10-12 kali
sehari/ on demand (menyusui kapanpun bayi meminta)
|
Kira-kira 6
bulan
|
-
ASI
|
Kapan diminta
|
-
Buah lunak / sari buah
-
Bubur : bubur havermout / bubur tepung beras merah
|
1-2 kali
sehari
|
|
Kira-kira 7
bulan
|
-
ASI
|
Kapan diminta
|
-
Buah-buahan
-
Hati ayam atau kacang –kacangan
-
Beras merah atau ubi
-
Sayuran (wortel, bayam)
-
Santan/ minyak / advokad
-
Air tajin
|
4-6 kali
sehari
|
|
Kira-kira 9
bulan
|
-
ASI
|
Kapan diminta
|
-
Buah-buahan
-
Bubur atau roti
-
Daging / kacang-kacangan / ayam / ikan
-
Beras merah/kentang/ labu/ jagung
-
Kacang tanah
-
Minyak / santan / avokad
-
Sari buah tanpa gula
|
4 – 6 kali
sehari
|
|
12 bulan atau
lebih
|
-
ASI
|
Kapan diminta
|
- Makanan padat umumnya termasuk telur dengan kuning
telurnya dan jeruk.
|
4-6 kali
sehari
|
(Krisnatuti: 2008).
Daftar Pustaka:
Depkes RI. (2003). Spesifikasi dan Pedoman Pengelolaan Makanan Pendamping
Air Susu Ibu (MP-ASI) Instant untuk Bayi Umur
6-11 Bulan. Jakarta: Depkes RI.
Febry, A, et.al (2008). Buku
Pintar Menu Bayi. Jakarta: Wahyu
Media.
Krisnatuti, et.al. (2008). Menyiapkan Makanan Pendamping ASI. Jakarta:
Puspa Swara.
Lewis, S. (2003). Makanan Pertamaku. Jakarta: Erlangga.
Suhardjo. (1992). Pemberian Makanan Pada Bayi dan Anak. Yogyakarta:
Kanisius.
Westcott, P. (2008). Makanan Sehat untuk Bayi dan Balita. Jakarta:
Dian Rakyat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar